Liputan6, Jakarta- Anthony Martial jadi sasaran kritik manajer Sevilla Julen Lopetegui usai tampak kurang memuaskan di laga debutnya, Pekan( 6/ 2/ 2022) dini hari Wib.
Pemain berumur 26 tahun itu dipinjamkan oleh Manchester United pada jendela transfer Januari. Dia bertugas menguatkan Sevilla sampai akhir masa serta mencatatkan debutnya dalam pertandingan kontra Osasuna.
Sayangnya, Martial kandas menampilkan performa terbaik pada penampilan tersebut. Dia tidak sanggup mencetak berhasil serta berikan assist sampai ditarik keluar oleh si pelatih di menit ke- 77. Hasil ini membuat Sevilla wajib puas bermain imbang 0–0 dengan Los Rojillos.
Pasca laga kontra Osasuna, Lopetegui melancarkan kritik kepada pemain barunya. Dia menyebut Martial harusnya sanggup berikan donasi lebih kepada Los Nervionenses.
“ Anthony wajib berikan kami lebih banyak. Itu merupakan pertandingan perdananya serta adaptasinya tidak gampang. Dia bermain sedikit tahun ini. Dia wajib masuk ke dalam dinamika serta menemukan menit bermain, dan keyakinan diri,” ucap Lopetegui, dikutip dari Mirror.
Anthony Martial- Pemain asal Prancis ini berhasil mencetak 3 berhasil ke gawang Sheffield United pada laga Premier League masa 2019/ 2020. Gol- gol Martial itu juga sukses bawa Setan Merah memenangi partai tersebut dengan skor 3- 0.( Gambar: AP/ Martin Rickett)
Martial di MU
Martial memanglah jadi salah satu pemain yang mulai terpinggirkan di Old Trafford. Penggawa Timnas Prancis itu baru 2 kali tampak selaku starter di Liga Premier masa ini, saat sebelum hijrah ke Sevilla dengan status pinjaman.
Dia kesusahan mencetak berhasil serta menemukan bonus waktu bermain bersama klubnya dalam 18 bulan terakhir. Martial tercatat baru sukses mencetak 8 angka di seluruh kompetisi buat Setan Merah.
Sementara itu, eks pemain Monaco ini dapat dibilang produktif pada masa kejayaannya. Mengutip laporan Mirror, dia sempat mencetak 17 berhasil Liga Inggris bersama Manchester United dalam kampanye 2019/ 20.
Pukulan Besar
Laga kontra Osasuna nampaknya jadi pukulan besar untuk Sevilla. Alasannya, hasil imbang membuat skuad asuhan Lopetegui tertinggal 3 poin dari pemuncak klasemen Real Madrid, yang sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Tidak hanya itu, laga pada akhir minggu pula jadi pengingat kalau Sevilla masih memerlukan pertumbuhan Anthony Martial, di tengah hasrat mereka buat merebut kembali gelar Liga Europa sebagian bulan mendatang.
Dilansir dari Mirror, Sevilla ialah regu tersukses dalam sejarah kompetisi, dengan total raihan 6 trofi sampai 2020. Mereka mempunyai insentif ekstra buat memenangkan Liga Europa masa ini lantaran pertandingan final yang hendak diselenggarakan di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan–kandang Los Nervionenses.
0 Komentar